| Rabu, 31/03/2010 13:49:27 WIBOleh: Irsad Sati
JAKARTA (Bisnis.com): Century21 Indonesia menargetkan meraih penjualan properti pada tahun ini sekitar Rp4,5 triliun atau naik 12,5% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu Rp4 triliun. Untuk meraih target itu, perusahaan broker properti milik Ciputra Group itu membuat program baru yang terstruktur dan terintegrasi ke seluruh sistemnya yang memiliki 65 kantor di sejumlah kota utama di Indonesia. Direktur Eksekutif Century21 Indonesia Hendry Tamzel mengatakan dengan memperkuat dan mengandalkan jaringan yang ada itu tidak terlalu sulit untuk mencapai pertumbuhan 12,5% pada tahun ini. "Kami tetap mengandalkan penjualan properti sekunder dengan pasar andalan di Jabodetabek. Untuk properti primer akan banyak mengandalkan penjualan proyek Ciputra Group, tapi tidak menutup peluang menjualan properti milik pengembang lain," katanya di sela acara Dreamteam Annual Award & Recognition Night 2010 yang digelar perusahaan itu di Jakarta, hari ini. Dia memaparkan distribusi angka penjualan properti tahun ini tidak akan jauh berubah dari konfigurasi tahun lalu dengan kontribusi pasar sekunder mencapai 65% dan properti baru 35%. Dari jenis produk yang dijual, tambahnya, rumah tinggal kemungkinan masih mendominasi dengan porsi penjualan 46%, apartemen 25%, dan ruko-rukan sekitar 18%. Direktur Century21 Indonesia Mieko Handoyo menambahkan penguatan penjualan akan dilakukan di Surabaya, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Denpasar, Batam, Palembang, Samarinda, Banjarmasin dan Manado. Menurut dia, hal itu sebagai pendukung dari ekspansi kegiatan penjualan utama di wilayah Jabodetabek. Selain itu, Hendry mengatakan ada kecenderungan pengembang mulai menyerahkan pemasaran proyek kepada perusahaan broker dari praktik selama ini yang didominasi oleh pemasar inhouse yang mereka miliki. "Salah satu daerah yang menonjol itu adalah Tangerang yang kini mulai banyak yang menyerahkan pemasaran kepada broker. Kami tentu senang karena ini menunjukkan eksistensi usaha kami makin diakui." Dalam hal ini, dia memperkirakan penjualan properti melalui broker properti sudah mencapai angka Rp25 triliun hingga Rp30 triliun per tahun. Seiring dengan perkembangan, lanjutnya, pembenahan pelaku broker properti terus dilakukan untuk menjadikan bisnis broker lebih profesional. Salah satu langkah ke arah itu, katanya, segera dibentuk lembaga sertifikasi broker yang akan bernaung di bawah Asosiasi Broker Properti Indonesia (Arebi). "Saat ini, lembaga itu dalam proses izin dari Mendag. Nanti sertifikasi itu akan terpadu dengan izin usaha broker yang dilakukan pemerintah," katanya.(er) dikutip dari www.bisnis.com
|